Mental Protector

𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐋𝐄𝐌𝐀𝐇, 𝐓𝐀𝐏𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐋𝐔𝐊𝐀

𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑂𝑟𝑎𝑛𝑔 𝐾𝑒ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐻𝑎𝑟𝑎𝑝𝑎𝑛 𝐾𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑀𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑀𝑒𝑛𝑡𝑎𝑙 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖


𝑰𝒏𝒇𝒐𝒈𝒓𝒂𝒇𝒊𝒔 𝑲𝒂𝒔𝒖𝒔 𝑩𝒖𝒏𝒖𝒉 𝑫𝒊𝒓𝒊

𝑷𝒐𝒔𝒕𝒆𝒓 𝑲𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑴𝒆𝒏𝒕𝒂𝒍


𝙹𝚎𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝙶𝚎𝚓𝚊𝚕𝚊 𝙶𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚊𝚕

𝑫𝒆𝒑𝒓𝒆𝒔𝒊

Menegakkan diagnosa depresi, dibutuhkan dua diantara tiga gejala utama yang berlangsung minimal selama 2 minggu, yaitu suasana hati yang depresif atau murung, hilangnya minat dan kegembiraan, serta berkurangnya energi. Gejala-gejala lainnya yang dialami penderita sebagai berikut.
1. Perubahan nafsu makan.
2. Gangguan tidur (bisa berlebihan atau kurang dari lama tidur biasanya).
3. Menurunnya kemampuan berkonsentrasi.
4. Ketidakmampuan membuat keputusan.
5. Rasa tidak tenang.
6. Perasaan tidak berguna.
7. Merasa bersalah atau putus asa.
8. Memiliki kecendurungan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

𝑮𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒂𝒏 𝑩𝒊𝒐𝒑𝒐𝒍𝒂𝒓

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis. Penderita bisa merasa sangat sedih dan putus asa pada suatu waktu, kemudian menjadi sangat senang di waktu lainnya. Gejala orang yang mengalami gangguan bipolar tergantung fasenya, yaitu.
1. Fase mania, penderita merasa sangat bersemangat, senang, dan pikirannya berpacu. Namun, pada saat bersamaan juga bisa merasa gelisah, sensitif, dan mudah tersinggung. Kerap kali mengambil keputusan secara emosional yang mungkin akan disesali di kemudian hari.
2. Fase depresi, penderita akan merasa sangat sedih, hampa dan putus asa, kehinlangan minat terhadap aktivitas sehari-hari dan sulit mengambil keputusan.

𝑮𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒂𝒏 𝑷𝒔𝒊𝒌𝒐𝒔𝒊𝒔

Gangguan psikokis merupakan gangguan mental yang ditandai oleh kemampuan menilai realitas yang terganggu, reaksi emosional yang tidak stabil, kesulitan berkomunikasi serta hambatan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
1. Merasa hebat.
2.Tertawa tanpa sebab.
3. Curiga berlebihan.
4. Tidak mau menjaga kebersihan diri.
5. Mendengar suara dirinya sendiri.
6. Bicara sulit dimengerti.
7. Marah tanpa sebab.
8. Tidak mau bergaul.

𝑮𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒄𝒆𝒎𝒂𝒔𝒂𝒏

Gangguan kecemasan merupakan salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan kecemasan berlebihan, menetap, dan sulit dikendalikan, di mana penderita sering merasa khawatir tanpa alasan yang jelas.
1. Sulit tidur.
2. Ketegangan otot.
3. Gelisah.
4. Sulit konsentrasi.
5. Sesak napas.
6. Kelelahan berlebihan.
7. Tegang berlebihan.
8. Ketegangan fisik.


𝚃𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐..

𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙲𝚎𝚖𝚊𝚜, 𝙰𝚍𝚊 𝚂𝚘𝚕𝚞𝚜𝚒𝚗𝚢𝚊!

𝑴𝒆𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑯𝒐𝒃𝒊

𝖬𝖾𝗇𝖾𝗄𝗎𝗇𝗂 𝗁𝗈𝖻𝗂 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗎𝗄𝗂𝗌, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂, 𝖻𝖾𝗋𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝗎𝗌𝗂𝗄, 𝖻𝖾𝗋𝗆𝖺𝗂𝗇 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗁𝖺𝗋𝖺𝖺𝗇, 𝗍𝗋𝖺𝗏𝖾𝗅𝗂𝗇𝗀, 𝗆𝖺𝗌𝖺𝗄 𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇𝖺𝗇 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗌𝗎𝗄𝖺𝗂, 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗋𝗄𝖾𝖻𝗎𝗇 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖾𝗄𝗌𝗉𝗋𝖾𝗌𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺𝖺𝗇, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗅𝗂𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗁𝖺𝗅-𝗁𝖺𝗅 𝗇𝖾𝗀𝖺𝗍𝗂𝖿, 𝗌𝖾𝗋𝗍𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗇𝖼𝗂𝗇𝗍𝖺𝗂 𝖽𝗂𝗋𝗂 𝖽𝖺𝗇 𝗁𝖺𝗅-𝗁𝖺𝗅 𝖽𝗂 𝗌𝖾𝗄𝗂𝗍𝖺𝗋𝗇𝗒𝖺.

𝑺𝒆𝒍𝒇 𝑪𝒂𝒓𝒆

𝖬𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗍 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗌𝗍𝗂𝗋𝖺𝗁𝖺𝗍 𝖼𝗎𝗄𝗎𝗉, 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗋𝖾𝗅𝖺𝗄𝗌𝖺𝗌𝗂 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗒𝗈𝗀𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝖽𝗂𝗍𝖺𝗌𝗂 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗇𝗀𝗎𝗇 𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗌𝗂𝗍𝗂𝖿 𝖽𝖺𝗇 𝗄𝖾𝗉𝖾𝗋𝖼𝖺𝗒𝖺𝖺𝗇 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝗌𝖾𝗋𝗍𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖺𝖺𝖿𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗁𝖺𝗅-𝗁𝖺𝗅 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗄𝗂𝗍𝗂𝗇𝗒𝖺.

𝑱𝒐𝒖𝒓𝒏𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈

𝖬𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗃𝗎𝗋𝗇𝖺𝗅 𝗍𝖾𝗇𝗍𝖺𝗇𝗀 𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺𝖺𝗇 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂𝖺𝗅𝖺𝗆𝗂, 𝗌𝖾𝗋𝗍𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖼𝖺𝗍𝖺𝗍 𝗁𝖺𝗅-𝗁𝖺𝗅 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗋𝗅𝗎 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖿𝗈𝗄𝗎𝗌 𝗍𝖾𝗋𝗁𝖺𝖽𝖺𝗉 𝗍𝗂𝗇𝖽𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺.

𝑩𝒆𝒓𝒐𝒍𝒂𝒉𝒓𝒂𝒈𝒂

𝖬𝖾𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖺𝗁𝗋𝖺𝗀𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖾𝗉𝖾𝖽𝖺, 𝗃𝗈𝗀𝗀𝗂𝗇𝗀, 𝖻𝖾𝗋𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀, 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗒𝗈𝗀𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗋𝗂𝗅𝖾𝗄𝗌 𝖽𝖺𝗇 𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗇.


𝐊𝐀𝐌𝐔 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐒𝐄𝐍𝐃𝐈𝐑𝐈𝐀𝐍

“𝑆𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑃𝑖𝑘𝑖𝑟𝑎𝑛 𝐵𝑒𝑟ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎, 𝑆𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝐶𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝐿𝑎𝑦𝑎𝑘 𝐷𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟”

3 tanggapan untuk “Mental Protector”

  1. Avatar Hdz
    Hdz

    Suka cara penyampaiannya, bahasannya ringan tapi tetap masuk ke intinya. Bacanya jadi nggak kerasa berat.

  2. Avatar Hz
    Hz

    Isinya relate banget sama kondisi di kebanyakan sekarang. Desainnya juga bagus dan enak dilihat

  3. Avatar Rosa Enji Megita

    Mental health penting banget, dan sumber seperti ini bisa jadi pengingat buat kita atau teman kita kalau lagi butuh perhatian terhadap perasaan sendiri.

Tinggalkan komentar

3 pemikiran pada “Mental Protector”

Tinggalkan komentar